Minggu, 09 Desember 2012

Makalah Ilmu Negara : Tujuan dan Fungsi Negara



TUJUAN DAN FUNGSI NEGARA

Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Ilmu Negara




Dosen Pengampu :
SUBAIDI, S. Ag


Disusun Oleh :
ANI NURAENI
12340148




JURUSAN ILMU HUKUM
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2012 / 2013


BAB I
PENDAHULUAN

Teori Fungsionalisme struktural pertama kali dikembangkan dan dipopulerkan oleh Talcott Parsons. Talcott Parsons adalah seorang sosiolog kontemporer dari Amerika yang menggunakan pendekatan fungsional dalam melihat masyarakat, baik yang menyangkut fungsi dan prosesnya. Pendekatannya juga diwarnai dengan adanya keteraturan masyarakat yang ada di Amerika juga dipengaruhi oleh pemikiran Auguste Comte, Emile Durkheim, Vilfredo Pareto dan Max Weber. Kemunculan Teori Fungsionalisme Struktural dipengaruhi oleh adanya asumsi kesamaan antara kehidupan organisme biologis dengan struktur sosial tentang adanya keteraturan dan keseimbangan dalam masyarakat.
Teori fungsional adalah teori yang bertujuan untuk memberikan suatu analisis secara objektif terhadap suatu tindakan yang dibentuk oleh  pola-pola aktivitas yang mempunyai tujuan tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan teori struktural dalah salah satu pendekatan yang berskala mikro. Teori struktural tujuan dan struktur negara terdiri dari jaring-jaring yang abstrak dari berbagai macam hubungan. Adapun fenomena-fenomena kultural merupakan gambaran dari usaha-usaha untuk menjelmakan jaringan-jaringan tersebut.
Teori fungsional struktural mempunyai kemampuan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan sehingga tujuan dan fungsi negara tersebut dipandang sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi dalam suatu keseimbangan.

BAB II
PEMBAHASAN

Tujuan negara merupakan pedoman atau sesuatu yang harus dicapai  bagaimana negara dapat tersusun dan dapat diatur dengan baik. Adapun fungsi negara lebih menekan pada konsep untuk mencapai tujuan negara tersebut.  Dimana tujuan dan fungsi negara saling berkesinambungan atau saling keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, karena fungsi negara itu dibentuk untuk merealisasikan tujuan  dari suatu Negara yang bersangkutan.
Perbandingan teori fungsional dengan teori struktural yaitu, teori fungsional terkesan lebih menekankan pada fungsi-fungsi terbentuknya negara dan mengatur keberlangsungannya semua aspek dari sistem negara. Dimana dijabarkankannya melalui teori fungsional bahwa suatu negara terbentuk, memiliki fungsi serta tujuannya tertentu, dan negara tersebut  tidak akan lenyap atau hilang dengan sendirinya. Karena setiap generasi pasti akan mempertahankan ideologi negaranya.
 Sedangkan di sisi lain terdapat  kelemahan dari teori stuktural yaitu teori tersebut menyatakan bahwa fungsi dan tujuan negara pada saatnya akan lenyap dengan sendirinya, akan tua, apabila syarat-syarat terealisasinya fungsi dan tujuan negara  adanya suatu negara dan hidupnya suatu negara tersebut sudah tidak ada lagi. Adapun contoh tujuan dan fungsi negara diperumpamakan seperti manusia, karena proses kehidupan manusia melewati tahapan-tahapan. Ketika manusia itu lahir, mengalami masa kanak-kanak hingga ia tumbuh dewasa dan akhirnya mengalami masa tuanya, dimana ia akan meninggal dunia.
Struktur dan fungsi dapat memberikan kontribusi untuk  terpeliharanya fungsi dan tujuan, namun hal tersebut juga dapat mengandung konsekuensi negative pada bagian aspek yang lain. Dibadingkan dengan kedua teori tersebut terdapat lain, yaitu teori strukturasi. Dimana teori ini menjelaskan  kelangsungan suatu proses terjadinya hubungan  antara Struktur dan Agensi (Pelaku) serta adanya hubungan ruang dan waktu. Teori ini berbeda dengan teori fungsional dan teori struktural, karena kedua teori tersebut lebih  menunjukan pada aspek-aspek untuk penyingkiran subyek. Sedangkan dalam teori strukturasi  kehadiran  subjek  dalam  strukturalisme masih tetap ada. Yang dimaksudkan dengan subyek yaitu agen yang aktif dan mengetahui banyak hal secara konsisten. Dimana dengan menggunakan teori ini, kita tidak mengesampingkan subyek yang secara aktif ikut berperan serta dalam keberlangsungan fungsi dan tujuan negara.


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Teori fungsional struktural telah berkembang secara meluas dan merata. Sehingga banyak Negara yang menggunakan teori ini di dalam menjalankan pemerintahannya baik itu mengatur suatu pola interaksi maupun relasi diantara masyarakat. Dalam kesempatan ini dapat diambil kesimpulan bahwa secara singkat dan sederhana teori untuk membongkar fungsi dan tujuan negara  merupakan seperti rantai sosiologi manusia,dimana didalam hubungannya terdapat suatu keterkaitan dan saling berhubungan. Seperti badan manusia apabila salah satu bagian tubuh tersebut ada yang sakit ataupun merasa lemah maka akan berimplikasi pada bagian yang lain.
Demikian yang dapat penulis jelaskan mengenai fungsi dan tujuan negara menurut teori fungsional dan teori struktural yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. Tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang pada umumnya.

B.  Saran
Pada teori fungsionalisme struktural yaitu sesuatu yang harus dijunjung tinggi keberadaannya. Dimana fungsionalisme struktural merupakan pendekatan yang saling berkesinambungan yang terintegrasi atas dasar kesepakatan. Meskipun demikian, teori tersebut memiliki sisi kelemahannya yaitu mengesampingkan subyek negara. Maka dari itu mulailah dari sekarang mengaplikasikan tentang teori strukturasi yang tetap menghadirkan subyek negara dalam proses keterkaitannya fungsi dan tujuan negara.




DAFTAR PUSTAKA

*     Arif Purnama, “Teori Fungsional.”
(Di akses 4 November 2012)

*     Muhammad, Charlie.  Anthony Giddens.”

http://charlie-muhammad.blogspot.com/2011_11_01_archive.html

(Di akses tanggal 5 November 2012)


*     I Dewa Gede Atmadja. 2012. ”Ilmu Negara”. Malang: Setara Press

*     Syaiful Bakhri. 2010. “Ilmu Negara”. Yogyakarta: Total Media




1 komentar: